Sabtu, 10 Januari 2015

cerpen Realized Soon

Realized Soon

By: Aisyah Nenda Amalia
Kelas : XII IPA 3

“because if you love someone’s got ta be someone we love is going to make our feelings hurt all the time”
And
“don’t waste your time for things that are not useful”

*****

Di malam hari yang sunyi  ini hujan sedang turun membasahi kulit bumi.  sama halnya dengan perasaan hati putri saat ini, air mata yang mengalir di pipi gadis cantik itu merupakan kesediahan yang entah kenapa, (dalam hatinya bergumam) “mmm,,, mungkin karena aku sedang memikirkan seseorang yang belum tentu memiliki perasaan yang sama denganku”
“Putrii, kok belum tidur ?” sahut mamah dari depan pintu kamar dengan tiba-tiba karena melihat lampu kamar putri yang masih menyala, dengan sigap dia pun langsung menghapus air mata yang membasahi pipinya  tersebut dan langsung menjawab pertanyaan dari mamahnya.
“iyah mah putri lagi ngerjain PR buat pelajaran besok dulu”
“ya udah nanti kalau udah selesai langsung tidur yah”
“iyaaa” mamahnya pun langsung pergi dan tiba-tiba air matanya yang tak diharapkan itu keluar kembali apabila pikirannya kembali mengingat seseorang  yang dia sukai, kemudian dia pun menangis hingga matanya menutup untuk tidur.
Keesokan harinya putri bersiap-siap untuk pergi kesekolah seperti biasanya, dia bersekolah di sekolah yang terfavorit di kotanya tersebut, dia biasanya pergi ke sekolah tanpa di temani siapa pun dan berangkat dengan naik kendaraan umum. Setibanya di sekolah dia disambut oleh dua sahabat yang dia sayangi namanya Ayu  da Iva.
“pagiiii Putriiiii” sahut Ayu dan Iva bersamaan
“pagii juga ayuu ivaa” jawab Putri
“mmm, gimana nih kabarnya my prince ?” (my prince adalah panggilan putri untuk orang yang disukainya)
“wiih pagi-pagi udah nanyain aja” kata Iva
“biasa va orang yang udah suka mah gak kenal waktu, kapan aja geh jadi” celetuk ayu. Di tengah keasikan obrolan mereka tiba-tiba bel masuk pun berbunyi dan mereka langsung memasuki kelas mereka masing-masing, putri di kelas XII IPA 1, ayu di kelas XII IPA 2, dan Iva XII IPA 3.
Karakteristik dua sahabatnya ini sangatlah unik, kalau ayu orangnya cerewet, suka bikin heboh dan suka membuat Putri dan Iva tertawa terbahak-bahak kalau lagi denger celotehanya tapi walaupun seperti itu kalau lagi sedih atau kecewa sifat lembutnya keliatan banget, sedangkan iva oranganya suka iseng bisa dibilang suka ngerjain orang deh, tapi walaupun begitu keduanya memiliki sifat yang baik dan Putri pun sayang dengan kedua sahabatnya tersebut.
Bel istirahat pun berbunnyi  biasanya mereka bertiga berkumpul di perpustakaan untuk belajar bersama, ternyata untuk hari ini kevin pun berada di perpustakaan, itu membuat perasaan Putri sangat senang walaupun hanya dapat menatapnya saja tanpa berani berkata, tapi tanpa diduga Iva dan Ayu datang menghampiri Kevin dan berbicara padanya entah apa yang mereka bicarakan itu membuat Putri menjadi penasaran.
Setelah Ayu dan Iva selesai bicara pada kevin (orang yang putri sukai) Putri pun langsung bertanya.
“apa yang kalian bicarakan  tadi ?”
“penasaran yaaah” kata iva
“nanti juga kamu tau kok” tambah Ayu
“mmmm, yaa sudah”
Kemudian bel masuk kembali terdengar, mereka pun kembali masuk kelas hingga bel pulang sekolah berbunyi kembali, barulah setelah itu mereka pulang. Tapi tiba-tiba hari ini Ayu dan Iva mengajak Putri pergi untuk menonton dan ternyata mereka telah berencana mengajak kevin juga untuk pergi menonton, sahabatnya merencanakan ini ketika mereka sedang berada di perpustakaan. Sahabatnya melakukan semua ini karena ingin membuat Putri bahagia.
          Lalu berangkatlah mereka ke tempat dimana mereka akan menonton, ketika di perjalanan Putri bergumam dalam hatinya “ semoga perjalanan kali ini bejalan dengan apa yang aku inginkan, yaitu menyatakan semua rasa yang aku rasakan padanya”. Kemudian sampailah mereka di tempat yang mereka tuju kemudian langsung memesan tiket untuk nonton film dan setelah sampai waktu untuk menonton, mereka langsung masuk ke studio untuk menyaksikan film yang mereka pilih. Ketika film sedang diputarkan putri kembali berbicara dengan dirinya sendiri “ putri, kamu harus berani mengunkapkan perasaan kamu setelah film ini  selesai”.
          Satu jam tiga puluh  menit pun berakhir  itu tandanya film yang mereka tonton telah berakhir, dan ini saatnya putri mengungkapkan rasa yang dia pendam selama ini dan yang telah membuat konsentrasi belajarnya menurun karena pikirannya selalu tertuju untuk memikirkan kevin. Tapi lagi-lagi dalam hati putri berkata “ayo putri katakan padanya kalau kamu menyukainnya” tapi di lain sisi hatinyapun berkata “ jangan putri jangan, kalau kamu mengungkapkan perasaan kamu terlebih dahulu dimana harga dirimu? Dan semua ini hanya nafsu belaka yang akan membuat kamu lupa akan tugas kamu sekarang yaitu belajar untuk menggapai cita-citamu dan membahagiakan kedua orang tuamu.” Putri pun menjadi bingung mana yang akan dia pilih tapi dalam kebingunganya dia pun langsung tersadar dan beristighfar dengan apa yang telah dia rasakan tersebut. Dan akhirnya putri tidak jadi mengungkapkan apa yang dia rasakan saat itu dan meminta pada sahabatnya untuk pulang sesegera mungkin.
***
          Setelah sampai di rumah putri langsung masuk ke kamarnya dan menangis sejadi-jadinya hingga terlelap. Setelah dia terlelap beberapa jam, dia bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan solat tahajud, pada saat itu lah putri meluapkan semua apa yang dia rasakan pada sang pecipta alam semesta beserta isi-isinya, dalam do’anya dia bekata “ ya Allah ya tuhan ku, Aku hanya lah hamba-Mu yang lemah yang penuh akan dosa-dosa, oleh karena  itu maafkan lah dosa-dosaku ya Allah. Ya Allah, aku merasa sedih karena menyukai seseorang yang belum tentu orang tersebut menyukai diriku juga, oleh karena itu, tunjukan pada ku apakah dia menyukai aku juga atau tidak, tunjukan kekuasaan-Mu ya Allah berilah aku tanda-tanda agar aku dapat menjawab semua perasaan ku ini apakah perasaanku ini hanya sekedar hawa nafsu ataukah aku menyukainya karena-Mu dan yang akan selalu mendekatkan diriku Pada-Mu ya Allah, amiin.”
***
          Pagi harinya putri pun berangkat sekolah seperti biasa, tapi hari ini hati putri terasa lebih tenang karena telah meluapkan semua perasaan yang telah dia pendam pada Zat yang telah menciptakannya. Ketika  putri sampai di sekolah dia sudah di kejutkan dengan apa yang dia lihat ternyata kevin sedang bersama seorang perempuan yang juga temannya, melihat kejadian itu hati putri terasa sakit, tapi hatinya masih bisa menahan kejadian itu. kemudian putri masuk kelas dan mengikuti pelajaran dengan hati yang menyedihkan tapi dia berusaha untuk melupakan kejadian pagi itu. Kemudian ketika waktu istirahat datang dia diperlihatkan lagi dengan kejadian-kejadian yang memperlihatkan sifat buruk dari seorang kevin, yang membuat hati putri menjadi tambah sakit seperti sedang disayat-sayat menggunakan silet.
          Mulai saat itu sepenuhnya hati putri tersadarkan bahwa kevin bukanlah orang yang seperti dia kira yang dapat membuat dia menjadi lebih baik dan menjadikannya dekat dengan Allah. Mulai saat itu juga putri mendapatkan semangat yang baru karena telah berhasil melupakan semua perasaan yang telah dia alami dahulu, dengan begitu ketika saatnya UAS (Ujian Akhir Sekolah) tiba, dia dapat belajar dengan berkonsentrasi penuh dan yang paling membahagiakan lagi bagi putri adalah ketika dia mendapatkan hasil yang memuaskan ketika namanya dipanggil kerena meraih juara 1 di seklolahnya dan semua itu dia dapatkan karena  hasil kerja keras.


*** The End ***

“because if you love someone’s got ta be someone we love is going to make our feelings hurt all the time”
And
“don’t waste your time for things that are not useful”